fbpx

Mungkin Anda pernah menyimak berita tentang kelangkaan minyak tanah menjelang kenaikan harga BBM atau kelangkaan air di musim kemarau. Dari sudut pandang ekonomi, pengertian kelangkaan tidak terbatas pada menghilangnya suatu barang dari pasaran.

Kebanyakan, barang yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan manusia, termasuk sumber-sumber daya yang diperlukan untuk menghasilkannya terbatas atau langka. Artinya, tidak cukup untuk memenuhi semua kebutuhan atau relatif kurang dibandingkan yang dibutuhkan. Apakah konsekuensi dari kenyataan tersebut? Tentu saja kita perlu mengeluarkan pengorbanan untuk memperolehnya.

Pakaian, sepatu, tas, dan jam tangan tidak kita petik dari pohon. Memang, alam menyediakan bahan-bahan seperti kayu, pasir, tanah, minyak mentah, dan lain-lain. Tetapi untuk dapat menikmati kursi, buku, rumah, nasi, baju, mobil dan lain-lain, sumber-sumber tersebut harus digali, diolah, diusahakan, dan dikerjakan agar dapat memenuhi kebutuhan manusia. Jadi, dapatkah Anda menyimpulkan pengertian kelangkaan?

1.Sebab-Sebab Kelangkaan Sumber Daya
Anda telah mengetahui jenis-jenis sumber daya ekonomi. Sumber daya ekonomi tersebut bersifat langka atau terbatas. Ada beberapa faktor yang menyebabkan sumber daya menjadi langka atau terbatas. Sebab sebab kelangkaan atau keterbatasan sumber daya antara lain:

a. Perbedaan Letak Geografis
Sumber daya alam tersebar tidak merata di muka bumi. Ada daerah yang kaya akan minyak, ada yang tidak. Ada daerah yang subur, ada yang gersang. Perbedaan ini menyebabkan kelangkaan sumber daya alam dan untuk mendapatkan sumber daya yang tidak terdapat di daerahnya diperlukan pengorbanan yang lebih besar.

Misalnya, di daerah pegunungan berkapur seperti Kabupaten Gunungkidul,
sumber daya air sulit ditemukan. Pada musim kemarau, masyarakat di sana harus membeli air. Berbeda dengan masyarakat di dataran rendah yang bisa mengambil air sumur.

b. Cepatnya Pertumbuhan Penduduk
Pertumbuhan penduduk yang lebih cepat dibandingkan pertumbuhan produksi barang dan jasa akan menyebabkan kesenjangan antara kebutuhan dibandingkan persediaan barang dan jasa.

Gejala ini sudah menjadi perhatian seorang ekonom, Thomas Robert Malthus. Malthus mengamati bahwa manusia berkembang jauh lebih cepat dibandingkan produksi hasil-hasil pertanian.

c. Kemampuan Produksi
Kemampuan faktor produksi dalam proses pembuatan barang dan jasa mempunyai keterbatasan-keterbatasan. Misalnya, tenaga kerja manusia juga membutuhkan masa istirahat, sakit, ataupun cuti. Selain itu, mesin-mesin produksi bekerja dengan kapasitas tertentu.

d. Perkembangan Teknologi yang Tidak Sama
Perkembangan teknologi di berbagai negara tidak sama. Di negara maju, perkembangan teknologi berlangsung cukup cepat. Sedangkan di negara berkembang, perkembangan kebutuhan akan barang dan jasa lebih cepat daripada perkembangan teknologinya. Hal ini karena ada kecenderungan untuk meniru gaya hidup di negara maju.

e. Bencana Alam
Pada dasarnya bencana alam merupakan faktor yang berada di luar dugaan manusia. Namun, sering bencana alam terjadi karena ulah manusia yang kurang menjaga keseimbangan alam.

Manusia mengambil kekayaan alam tanpa
memerhatikan kelestariannya. Bencana alam menyebabkan rusaknya sumber daya yang ada, baik korban jiwa maupun rusaknya berbagai sumber daya ekonomi seperti bangunan usaha dan mesin-mesin produksi.

Untuk membangun atau mengadakan
kembali sumber daya yang rusak akibat bencana alam, dibutuhkan waktu yang cukup lama dan uang yang tidak sedikit.

Bencana alam merusak berbagai sumber daya ekonomi.

Dua hal yang harus diperhatikan dalam memenuhi kebutuhan, bahwa manusia memiliki kebutuhan yang tidak terbatas dan bahwa barang pemenuhan kebutuhan terbatas jumlahnya. Di situlah terjadi sebuah keadaan yang dinamakan kelangkaan. Dari dua kenyataan tersebut, timbullah inti persoalan ekonomi, yaitu bagaimana dengan sumber-sumber yang jumlahnya terbatas itu, kebutuhan manusia yang beraneka ragam dapat terpenuhi.

Penyebab Kelangkaan Sumberdaya
Sudah dulu ya sedikit ulasan / gambaran umum saja dari Penyebab Kelangkaan Sumberdaya dan semoga bermanfaat, jangan lupa like and share.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *