Pernahkah kalian mendengar istilah manajemen? Manajemen dibutuhkan oleh semua orang, karena tanpa manajemen yang baik, segala usaha yang dilakukan organisasi akan kurang berhasil. Istilah manajemen berasal dari bahasa Italia meneggiari yang berarti mengendalikan hewan, khususnya kuda. Dalam perkembangannya istilah itu kemudian digunakan untuk mengendalikan organisasi.

Apakah organisasi itu? Organisasi dapat diartikan sebagai suatu
kumpulan orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan
yang telah ditetapkan. Di dalam organisasi dirasakan perlunya
bekerja sama atau bantuan orang lain. Keberhasilan suatu
organisasi antara lain ditentukan oleh kemampuan manajer
untuk mengatur kerja sama tersebut. Kegiatan memimpin,
mengatur, mengelola, mengendalikan, mengembangkan
kegiatan organisasi merupakan kegiatan manajemen.
Berikut ini dikemukakan berbagai batasan manajemen.
pengertian manajemen menurut George R. Terry dalam bukunya The Principles of
Management mengatakan bahwa manajemen adalah
pencapaian tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya,
dengan menggunakan kegiatan orang lain.
pengertian manajemen menurutHenry Fayol dalam bukunya General Industrial
Management mengatakan bahwa manajemen adalah
proses tertentu yang terdiri atas kegiatan perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, dan
pengendalian dalam rangka mencapai tujuan.
pengertian manajemen menurutJohn D. Millet dalam bukunya Management in the Public
Service mengemukakan bahwa manajemen adalah proses
dalam memberikan arahan pekerjaan kepada orang-orang
dalam suatu organisasi guna mencapai tujuan.
pengertian manajemen menurutHarold Koontz dan Cyril O’Donnell dalam bukunya The
Principles of Management mengatakan bahwa manajemen
adalah cara untuk mencapai tujuan tertentu melalui
kegiatan orang lain.
pengertian manajemen menurut Manullang mengatakan bahwa manajemen adalah seni
dan ilmu pencatatan, pengorganisasian, penyusunan,
pengarahan, pengawasan terhadap sumber daya manusia
untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Dari berbagai batasan/definisi di atas dapat disimpulkan
bahwa manajemen adalah ilmu dan seni perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan terhadap
usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber
daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan
sebelumnya. Dalam pengertian manajemen tersebut terdapat
unsur tujuan, kegiatan, dan manusia. Ketiga hal ini sering
disebut unsur-unsur manajemen. Ketiga unsur tersebut
merupakan unsur pokok organisasi. Unsur-unsur tadi
diupayakan agar sinkron dan harmonis sehingga tujuan
organisasi tercapai secara optimal, kegiatan organisasinya
efektif, dan penggunaan manusianya efisien.
Manajemen memiliki manfaat dalam pengembangan
berbagai organisasi/instansi, baik swasta maupun pemerintah.
Menurut T. Hani Handoko ada tiga alasan utama mengapa
manajemen dibutuhkan.
a. Manajemen dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang
telah ditetapkan sebelumnya, baik oleh pribadi maupun
perusahaan.
Manajemen membantu keseimbangan di antara tujuantujuan
yang telah ditetapkan.
c. Adanya manajemen akan berguna untuk mencapai
efisiensi dan efektivitas serta menjaga keseimbanagan dari
berbagai tujuan.

  1. Manajemen sebagai Ilmu dan Seni
    Menurut T. Hani Handoko dalam bukunya yang berjudul
    Manajemen yang mengutip pernyataan Luther Gullick,
    mendefinisikan manajemen sebagai suatu ilmu pengetahuan
    yang secara sistematis untuk memahami mengapa dan
    bagaimana manusia bekerja sama untuk menghasilkan
    sesuatu yang bermanfaat bagi kemanusiaan. Dalam setiap ilmu
    manajemen terdapat metode ilmiah yang dapat digunakan
    untuk menyelesaikan masalah dalam manajemen. Metode
    ilmiah tersebut pada hakikatnya meliputi urutan kegiatan
    sebagai berikut.
    a. Mengetahui adanya masalah.
    b. Mengidentifikasi dan merumuskan masalah.
    c. Mengumpulkan data.
    d. Mengolah data guna menyusun alternatif penyelesaian.
    e. Mengambil keputusan dengan memilih salah satu
    alternatif penyelesaian.
    f. Melaksanakan keputusan serta tindak lanjut.
    Manajemen juga dapat dikatakan sebagai seni, di mana
    manajemen berfungsi untuk mencapai tujuan yang nyata,
    mendatangkan hasil atau manfaat. Seni manajemen meliputi
    kemampuan memandang bagian-bagian yang harus ada dalam
    organisasi sebagai suatu totalitas sistem dan menjadi suatu
    kesatuan gambaran tentang visi. Seni manajemen mencakup
    pula kemampuan menyampaikan visi tersebut kepada
    komponen manajemen. Dalam merencanakan, mengorganisir,
    menggerakkan, dan mengendalikan seluruh aspek
    manajemen dilakukan dengan seni, dan tidak kaku.

Tingkat-Tingkat Manajemen
Tingkatan manajemen dalam organisasi biasanya
mempunyai sedikitnya tiga jenjang manajemen, yaitu
manajemen puncak, manajemen menengah, dan manajemen
lini pertama.
a. Manajemen Puncak (Top Level Management)
Manajemen puncak adalah tingkatan manajemen
tertinggi dalam sebuah organisasi, yang bertanggung jawab
terhadap keseluruhan aktivitas organisasi. Sebutan orang yang
memegang posisi dalam manajemen puncak adalah: direktur,
presiden direktur, dewan direksi, dan sebagainya.
b. Manajemen Menengah (Middle Management)
Manajemen menengah bertugas mengembangkan
rencana-rencana sesuai dengan tujuan dan tingkatan yang
lebih tinggi dan melaporkannya kepada top manajer. Sebutan
orang yang memegang posisi dalam manajemen menengah
adalah: kepala departemen, kepala pengawas, dan sebagainya.
c. Manajemen Lini Pertama (First Level/First Line
Management)
Manajemen lini pertama merupakan tingkatan yang
paling bawah dalam suatu organisasi yang memimpin dan
mengawasi tenaga-tenaga operasional. Manajemen lini pertama
ini dikenal dengan istilah operasional (supervisor, kepala seksi,
dan mandor).

Teori-Teori Manajemen
Teori-teori manajemen dapat dikelompokkan ke dalam
beberapa tahap yaitu sebagai berikut.
a. Teori Manajemen Klasik
1) Robert Owen (1771-1858)
Robert Owen menekankan pentingnya unsur manusia
dalam kegiatan produksi. Untuk meningkatkan produktivitas,
Owen berusaha memperbaiki etos kerja dengan jalan
mengurangi jam kerja standar.
2) Charles Babbage (1792-1871)
Charles berpendapat bahwa meningkatnya produktivitas
dan menurunnya biaya produksi karena dalam proses kerja
menerapkan prinsip-prinsip ilmiah. Di samping itu kerja sama
antar karyawan, pimpinan, dan pemilik perusahaan dapat
memajukan perusahaan.

Teori Manajemen Ilmiah
1) Frederick Winslow Taylor (1856-1915)
Frederick Winslow Taylor berpendapat bahwa untuk
mengembangkan manajemen diperlukan prinsip-prinsip
sebagai berikut.
a) Pengembangan metode-metode ilmiah dalam
manajemen.
b) Seleksi ilmiah untuk karyawan, sesuai dengan
kemampuan dan tanggung jawab.
c) Pendidikan dan pengembangan ilmiah para karyawan.
d) Kerja sama yang baik dengan semua pihak yang terkait,
untuk mempercepat tercapainya tujuan.
2) Frank dan Lilian Gilbert (1864-1924 dan 1878-1927)
Frank menekankan pada masalah atau cara yang paling
baik dalam penyelesaian setiap pekerjaan. Sedangkan Lilian
Gilbert menekankan adanya prinsip the right man in the right
place.

c. Teori Organisasi Klasik
1) Henry Fayol (1841-1925)
Henry Fayol mengemukakan teknik-teknik administrasi
sebagai pedoman dalam pengelolaan organisasi.
2) James D. Mooney
James D. Mooney mengemukakan definisi organisasi
adalah kelompok orang yang bergabung untuk mencapai
tujuan tertentu.
d. Aliran Perilaku
Tokohnya adalah Hugo Musterberg (1863-1916). Aliran
perilaku disebut juga aliran manajemen hubungan manusia.
Aliran ini menekankan pada aspek manusia, dan perlunya
seorang manajer memahami manusia.
e. Aliran Manajemen Modern
Aliran manajemen modern dibangun atas dasar
manajemen ilmiah yang dikenal sebagai aliran manajemen
kuantitatif.
Pada subbab ini, kalian akan mempelajari prinsip, fungsi,
dan bidang-bidang manajemen.
Prinsip Manajemen
Henry Fayol mengemukakan 14 prinsip manajemen,
yaitu sebagai berikut.
a. Pembagian Kerja (Division of Work)
Pembagian kerja (spesialisasi) ini untuk meningkatkan
efisiensi dan efektivitas pelaksanaan kerja seseorang dalam
suatu organisasi/instansi/perusahaan. Pembagian kerja harus
disesuaikan dengan kemampuan dan keahliannya, dan
didasarkan pada prinsip the right man in the right place, bukan
atas dasar like and dislike.
b. Wewenang dan Tanggung Jawab (Authority and
Responsibility)
Wewenang mencakup hak untuk memberi perintah dan
dipatuhi, biasanya dari atasan ke bawahan. Wewenang ini harus
diikuti dengan pertanggungjawaban kepada pihak yang
memberikan perintah.
c. Disiplin (Discipline)
Disiplin mencakup rasa hormat dan taat pada peranan
dan tujuan organisasi.
d. Kesatuan Perintah (Unity of Command)
Setiap karyawan hanya menerima instruksi tentang
kegiatan tertentu hanya dari satu atasan.
e. Kesatuan Arah (Unity of Direction)
Dalam melaksanakan tugas-tugas dan tanggung jawabnya,
karyawan harus diarahkan oleh seorang manajer dengan
penggunaan satu rencana.
f. Meletakkan Kepentingan Organisasi daripada
Kepentingan Sendiri (Subordinatie of Individual
Interest to General Interest)
g. Balas Jasa/Pemberian Upah (Remuneration)
Kompensasi untuk pekerjaan yang dilakukan haruslah
adil, baik bagi karyawan maupun pemilik.
h. Sentralisasi/Pemusatan (Centralization)
Dalam pengambilan keputusan, harus ada keseimbangan
yang tepat antara sentralisasi dan desentralisasi.
i. Hierarki/Hierarchi
Garis perintah dan wewenang harus jelas. Sehingga setiap
karyawan akan mengetahui kepada siapa ia harus bertanggung
jawab dan dari siapa ia mendapatkan perintah.
j. Keteraturan (Order)
Bahan-bahan dan orang-orang harus ada pada tempat dan
waktu yang tepat.
k. Keadilan dan Kejujuran (Equity)
Keadilan dan kejujuran merupakan salah satu syarat
untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Dalam hal ini,
harus ada perlakuan yang sama dalam sebuah organisasi.
l. Stabilitas Kondisi Karyawan (Stability of Tennur)
Kestabilan karyawan harus dijaga sebaik-baiknya agar
segala pekerjaan berjalan dengan lancar. Tingkat perputaran
tenaga kerja yang tinggi tidak baik bagi suatu organisasi
maupun perusahaan.
m. Inisiatif (Initiative)
Bawahan harus diberi kebebasan untuk menjalankan dan
menyelesaikan rencananya meskipun beberapa kesalahan
mungkin terjadi.
n. Semangat Korps (Esprit de Corps)
Setiap karyawan harus memiliki semangat kesatuan (esprit
de corps) yakni rasa senasib dan sepenanggungan, karyawan
memiliki kebanggaan, kesetiaan, dan rasa memiliki terhadap
perusahaan.

Fungsi Manajemen
Berikut ini merupakan tabel fungsi manajemen menurut
beberapa ahli:
Fungsi manajemen merupakan elemen-elemen dasar
yang selalu melekat dalam proses manajemen dan dijadikan
acuan manajer dalam melaksanakan kegiatan tersebut.
Fungsi manajemen yang paling mendasar adalah perencanaan
(planning), pengorganisasian (organizing), penggerakan
(actuating), dan pengawasan (controlling). Di bawah ini
dijelaskan fungsi manajemen sebagai berikut planning,
organizing, staffing, leading, dan controlling. Simaklah dengan
saksama!
a. Perencanaan (Planning)
Perencanaan merupakan serangkaian proses pemilihan/
penetapan tujuan organisasi dan penentuan berbagai strategi
yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. T. Hani Handoko
mengemukakan 4 tahap yang harus dilalui dalam proses
perencanaan yaitu:
1) Menetapkan Serangkaian Tujuan
Perencanaan dimulai dengan keputusan tentang
keinginan kebutuhan organisasi/kelompok kerja.
2) Merumuskan Keadaan Saat Ini
Dengan menganalisis keadaan sekarang secara baik, maka
dapat diperkirakan keadaan di masa yang akan datang.
3) Mengidentifikasi Kemudahan dan Hambatan
Dalam mengidentifikasi kemudahan dan hambatan dapat
dipakai metode SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, and
Treats). Kemudahan, hambatan, kekuatan, dan kelemahan dari
organisasi perlu diidentifikasi untuk mengukur kemampuan
organisasi dalam mencapai tujuan.
4) Mengembangkan Rencana untuk Pencapaian Tujuan
Tahap terakhir dari proses perencanaan diperlukan
berbagai penilaian alternatif dan pengambilan keputusan
untuk menentukan pilihan terbaik di antara berbagai alternatif
yang ada.
Bagi sebuah organisasi, perencanaan sangat diperlukan,
karena tanpa perencanaan yang baik, kegiatan organisasi tidak
akan berjalan dengan baik. Perencanaan yang baik akan
memberikan manfaat, antara lain sebagai berikut.
1) dapat dijadikan pedoman dalam pelaksanaan kegiatan;
2) dapat menjamin tercapainya tujuan organisasi;
3) dapat mengurangi resiko yang mungkin terjadi di masa
yang akan datang; dan
4) mudah dalam melakukan pengawasan.
b. Pengorganisasian (Organizing)
Pengorganisasian merupakan rangkaian aktivitas
pembagian tugas yang akan dikerjakan, serta pengembangan
struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan, agar pekerjaan
dapat diselesaikan dengan baik.
Fungsi pengorganisasian meliputi:
1) perumusan tujuan secara jelas,
2) pembagian tugas pekerjaan,
3) mendelegasikan wewenang, dan
4) mengandung mekanisme koordinasi.
Ada beberapa bentuk organisasi yaitu sebagai berikut :
1) Organisasi Garis
Pada bentuk ini, wewenang pimpinan langsung ditujukan
kepada bawahan. Bawahan bertanggung jawab langsung pada
atasan. Contohnya adalah garis komando yang dilaksanakan
oleh kesatuan militer.
Ada beberapa kebaikan organisasi garis yaitu:
a) proses pengambilan keputusan cepat,
b) kesatuan komando terjamin, karena berada pada satu
tangan,
c) pembagian kerja jelas dan mudah dilaksanakan, dan
d) jumlah karyawan sedikit serta rasa solidaritasnya tinggi.
Sedangkan kelemahan dari organisasi garis adalah sebagai
berikut.
a) kecenderungan pimpinan bertindak otoriter,
b) maju mundurnya organisasi berada di tangan satu orang,
c) kesempatan kerja untuk berkembang terbatas, dan
d) sistem kerja bersifat individual.
2) Organisasi Garis dan Staf
Pada bentuk ini, pimpinan dibantu oleh staf dalam
pelaksanaan tugas. Kewenangan tetap berada pada pimpinan,
dan pimpinan mendapat saran dari para staf ahli. Bentuk
organisasi ini banyak ditemukan di berbagai instansi/
perusahaan.
Kebaikan dari organisasi garis dan staf adalah sebagai
berikut.
a) cocok diterapkan dalam organisasi yang bersifat
kompleks;
b) dengan berpedoman pada prinsip the right man in the right
place, maka memungkinkan adanya spesialisasi;
c) keputusan yang diambil lebih rasional karena dipikirkan
lebih dari satu orang;
d) adanya pembagian tugas secara lebih tegas antara
pimpinan, staf, dan bawahan; dan
e) koordinasi dapat berjalan dengan baik karena tiap-tiap
bidang telah memiliki tugas yang sesuai.
Sedangkan kelemahan dari struktur organisasi garis dan
staf adalah sebagai berikut.
a) dimungkinkan terjadinya perintah lebih dari satu orang,
sehingga pelaksanaan tugas sering menjadi bingung;
b) karyawan cenderung tidak saling mengenal;
c) solidaritas karyawan kurang; dan
d) jumlah tenaga kerja yang diperlukan cukup banyak.
3) Organisasi Fungsional
Pada bentuk ini satuan-satuan organisasi disusun dalam
bentuk lurus, berdasarkan sifat dan macam fungsi yang harus
dilaksanakan. Wewenang fungsional merupakan wewenang
staf yang dapat memberi perintah kepada bawahan yang
sesuai dengan fungsinya. Adapun kebaikan dan kelemahan
dari struktur organisasi fungsional adalah sebagai berikut.
Kebaikan struktur organisasi fungsional antara lain:
a) adanya pembagian tugas yang jelas, maka kesimpangsiuran
perintah dari atasan dapat dihindari,
b) adanya spesialisasi pekerjaan, sehingga produktivitas
semakin tinggi,
c) koordinasi dapat dilakukan dengan mudah, dan
d) penggunaan tenaga ahli dalam berbagai bidang sesuai
dengan fungsinya.
Kelemahannya organisasi fungsional antara lain:
a) tanpa mengadakan latihan terlebih dahulu, mutasi kerja
sulit dilakukan,
b) koordinasi secara menyeluruh sulit dilakukan,
c) karena bidang tugas yang berlainan, maka dapat terjadi
pengkotak-kotakan karyawan, dan
d) kesimpangsiuran tugas masih mungkin terjadi karena
perintah bisa datang lebih dari satu orang.
c. Penyusunan Personalia (Staffing)
Penyusunan personalia merupakan aktivitas kepegawaian
yang ditujukan untuk memperoleh tenaga kerja yang cakap
dan dalam jumlah yang tepat. Fungsi staffing berkenaan
dengan penarikan, pelatihan, dan pengembangan serta
penempatan, dan pemberian orientasi pada karyawan dalam
lingkungan kerjanya.
d. Pengarahan (Leading/Directing)
Pengarahan merupakan aktivitas dalam manajemen yang
berhubungan dengan pemberian bimbingan, saran-saran,
motivasi, penugasan, perintah-perintah, atau instruksi kepada
bawahan untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan dalam
mencapai tujuan yang telah ditentukan.
e. Pengendalian (Controlling)
Pengendalian merupakan serangkaian pengawasan agar
pekerjaan berjalan sesuai dengan rencana yang telah
ditetapkan.
Ada beberapa langkah dalam proses pengendalian yaitu:
1) menetapkan standar dan metode untuk mengukur
prestasi;
2) mengukur prestasi kerja;
3) membandingkan apakah prestasi kerja sudah sesuai
dengan standar yang telah ditentukan; dan
4) pengambilan tindakan koreksi atau perbaikan.

Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli
Sudah dulu ya sedikit ulasan / gambaran umum saja dari Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli dan semoga bermanfaat, jangan lupa like and share.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *